Contoh Algoritma Fungsi Dan Sejarah Algoritma

wentin.co – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Algoritma yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, contoh, sejarah, ciri, fungsi, jenis, manfaat, sifat dan struktur, untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini. Disini buat adik-adik dan kakak yang suka mengaerjakan matematika kita bisa membantu untuk mengatasi masalah adik-adik dan kakak-kakak.

Contoh Algoritma, fungsi dan Sejarahnya.

Algoritma adalah logika, metode dan tahapan “urutan” sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Algoritma dapat juga diartikan sebagai urutan langkag secara sistematis dan logis. Dalam perkembangannya, algoritma banyak dipakai di bidang komputer. Biasanya pelajaran ini kita dapatkan di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dan juga ada di sekolah menengah atas. Pada dasarnya kita belajar matematika tidak serumit apa yang kita pikirkan.

Secara spesifik, pengertian algoritma ialah suatu metode khusus yang tepat dan terdiri dari serangkaian langkah yang terstruktur dan dituliskan secara matematis yang akan dikerjakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan bantuan komputer.

Jadi berdasarkan definisi ini, dapat dikatakan algoritma merupakan langkah penyelesaian suatu masalah yang menghasilkan solusi dalam bentuk program komputer. Namun penting diketahui bahwa algoritma tidaklah tergantung oleh suatu bahasa pemrograman tertentu, artinya suatu algoritma harus dapat diwujudkan oleh bahasa pemrograman komputer apapun.

[BACA JUGA] Pengertian Dan Penjelasan Pemuaian Kelas 7

Dalam ilmu matematika dan komputer, pengertian algoritma merupakan prosedur dari beberapa langkah demi langkah untuk penghitungan. Algoritma dipakai untuk penghitungan, penalaran otomatis, dan pemrosesan data. Pengertian algoritma ialah suatu metode yang efektif diekspresikan sebagai rangkaian yang terbatas dari beberapa instruksi yang telah dijelaskan dengan baik guna menghitung sebuah fungsi.

Susunan algoritma dimulai dari kondisi awal dan input awal, instruksi tersebut mendeskripsikan komputasi yang apabila itu dieksekusi serta diproses dengan melewati urutan-urutan kondisi terbatas yang terdefinisi dengan baik, sehingga dapat menghasilkan output atau keluaran dan berhenti di kondisi akhir yang telah ditentukan.

Contoh penerapan algoritma

1.Algoritma penjumlahan 2 bilangan

  1. Mulai
  2. Deklarasikan terlebih dahulu variabel yang akan digunakan float x, y, z
  3. Masukkan Bilangan 1 ( Input x)
  4. Masukkan Bilangan 2 (Input y)
  5. Proses penjumlahan sesuai rumus ( z = x+y )
  6. Hasil penjumlahan tampil pada layar
  7. Selesai

2.Algoritma perkalian 2 bilangan

  1. Mulai
  2. Deklarasikan terlebih dahulu variabel yang akan digunakan float x, y, z
  3. Masukkan Bilangan 1 ( Input x)
  4. Masukkan Bilangan 2 (Input y)
  5. Proses perkalian sesuai rumus ( z = x*y )
  6. Hasil perkalian tampil pada layar
  7. Selesai

3. Algoritma pilihan penjumlahan atau perkalian 2 bilangan

  1. Mulai
  2. Deklarasikan terlebih dahulu variabel yang akan digunakan float x, y, z
  3. Masukkan Bilangan 1 ( Input x)
  4. Masukkan Bilangan 2 (Input y)
  5. Terdapat opsi pilihan misalnya : 1. Penjumlahan dan 2. Perkalian
  6. Jika yang dipilih adalah opsi 1, maka melakukan proses penjumlahan(x+y)
  7. Jika yang dipilih adalah opsi 2, maka melakukan proses perkalian(x*y)
  8. Hasil tampil pada layar
  9. Selesai

 

Algoritma dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk tulisan/bahasa dan dalam bentuk gambar. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti manusia dalam menyajikan langkah-langkah algoritma. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan juga dapat dilakukan menggunakan pseudocode.

Sejarah Algoritma

Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi (hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 “Algorithmi de numero Indorum”.

Pada awalnya kata algorisma adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab (sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma, yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Fungsi Algoritma

  • Menggunakan fungsi algoritma bisa digunakan untuk memecahkan program yang rumit.
  • Menggunakan fungsi algoritma bisa menjadikan program yang besar menjadi program yang lebih sederhana.
  • Fungsi algoritma bisa digunakan secara berulang atau lebih dari satu kali penggunaan.
  • Memudahkan dalam pembuatan program.
  • Bisa mengatasi segala masalah dengan logika dan urut.
  • Menggunakan fungsi algoritma bisa melakukan pendekatan top-down dan juga devide and conguer.
  • Meminimalisir penulisan program yang berulang-ulang.
  • Program yang ada menjadi lebih terstruktur dengan rapi sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami ataupun dikembangkan.
  • Ketika terjadi kesalahan bisa dicari dengan mudah karena dengan fungsi algoritma bisa mendapatkan alur yang jelas.
  • Ketika ingin melakukan modifikasi pada program bisa dilakukan hanya pada satu modul saja tanpa harus merubah dan mengganggu modul yang lain.
  • Dokumentasi yang lebih mudah.

Akhir kata

Untuk teman-teman jika ada kesalahan kata atau kesalahan kalimat yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar besarnya

 

1 thought on “Contoh Algoritma Fungsi Dan Sejarah Algoritma”

Leave a Comment