Berita Informasi dan Sejarah Aplikasi TokoCrypto

Aplikasi TokoCrypto – Platform exchange aset kripto di Indonesia terus memberikan pemahaman kepada masyarakat Inodnesia mengenai perkembangan blockchain di era ekonomi terbuka.

Saat ini Tokocrypto menjadi first regulated crypto exchange di Indonesia, dan sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Ini menjadi salah satu pencapaian besar di Tokocrypto, dan saat ini Apk Tokocrypto sedang berproses untuk mendapatkan lisensi penuh, jadi setelah terdaftar.

Sekarang bisa menjadi full pedagang di BAPPEBTI,” jelas Teguh Kurniawan Harmanda COO Tokocrypto, pada siaran virtual media aset kripto Selasa (23/2/2021).

Adapun fokus saat ini tidak hanya dari segi bisnis, tetapi bagaimana cara untuk mengembangkan pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap perkembangan ekonomi aset kripto.

Hal itu dapat terlihat pada kolaborasi yang dilakukan melalui komunitas, universitas, maupun pemerintahan.

Secara sederhana Teguh juga menjelaskan cara kerja dari teknologi blockchain.

Blockchain secara sederhana adalah media penyimpanan di mana penyimpanannya bersifat tidak tersentral.

Pencatatan yang biasanya dilakukan secara sentral, dengan teknologi blockchain pencatatan dilakukan oleh banyak pihak, dengan kata lain bahwa teknologi ini tidak menggunakan pihak ketiga.

Sejarah Tokocrypto

Tokocrypto lahir tahun 2017, dari sekelompok antuisas atau penggemar kripto di Indonesia.

Kelompok ini memiliki keyakinan atas manfaat yang dapat ditawarkan teknologi blockchain kepada masyarakat.

Pada awal pendirian ini, Tokocrypto didukung perusahaan asal Singapura, yaitu QCP Capital.

Tokocrypto secara resmi diperkenalkan kepada publik pada 15 September 2018.

Peluncuran Tokocrypto ini memiliki tiga agenda utama, yaitu untuk menghadirkan konten dan informasi terbaru terkait aset digital, menjangkau komunitas-komunitas blockchain dan cryptocurrency untuk berbagi pengetahuan dan pemahaman, serta pelibatan publik dalam proyek aset digital di Indonesia dan Asia Tenggara.

November 2019, Tokocrypto resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Tokocripto menjadi perusahaan perdagangan cripto pertama yang terdaftar di lembaga pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan itu.

Kripto sendiri merupakan aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi.

Keunikan TKO

Pang Xue Kai, CEO di Tokocrypto menyatakan posisi tawar perusahaan sangat unik karena menggabungkan manfaat dari CeFi dan Defi.

“Menawarkan solusi untuk market Indonesia, kami ingin membangun ‘Strategi Indonesia’ untuk masyarakat Indonesia, yang dapat menjangkau semua orang,” tutur pria yang akrab disapa Kai tersebut.

Tidak hanya layanan keuangan, kata Kai, TKO juga akan mencakup aspek lainnya, mulai dari manajemen rantai pasokan, privasi, perlindungan data, hingga karya seni berbentuk NFT.

Dukungan Binance

Dengan dibangun diatas Binance Smart Chain, ini akan membantu kita mewujudkan potensi yang tidak terbatas yang bisa kita capai melalui teknologi blockchain,” ujar Kai.

Dalam utilitas CeFi, TKO dapat digunakan dalam program tabungan seperti TKO Deposit, TKO Rebate, TKO Savings, dan TKO Cashback. Sementara dalam kegunaan DeFi, TKO dapat dipakai pada farming pools dan lending.

Selain itu, TKO akan menjadi tulang punggung NFT Market, sehingga dapat digunakan sebagai pembayaran pada TKO NFT Arcade/Marketplace, pasar barang koleksi digital dan aset kreatif dari seniman-seniman baru.

Tren Shiba Inu

Token “meme” SHIB (Shiba Inu) menunjukan peningkatan 385 persen dalam tujuh hari terakhir yang membawanya ke peringkat 12 menurut CoinGecko.

Dengan kapitalisasi pasar hampir 17 miliar dolar AS, SHIB berhasil melewati Chainlink (LINK), Litecoin (LTC), dan Uniswap (UNI). SHIB merupakan token yang dibuat oleh pseudonim dengan alias Ryoshi dan diluncurkan pada Agustus 2020.

Salah satu alasan yang memungkinkan terjadinya lonjakan harga SHIB tak lain adalah cuitan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk.

Musk mengunduh gambar anjing Shiba Inu barunya, Floki yang menimbulkan antusiasme terhadap seluruh penggemar token SHIB hingga mendorong tagar #SHIB menjadi tren di twitter.

Berdasarkan data dari Etherscan, pasukan pemegang SHIB kini melampaui angka 700 ribu.

“Filosofi operasional Tokocrypto berpusat pada kepercayaan pelanggan dengan memastikan setiap janji dapat kami penuhi kepada para user,” kata Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

Leave a Comment